Sejumlah santri di pondok pesantren Dar Et Tauhid yang menjadi lokasi dugaan kasus pelecehan di Jakasetia Bekasi Selatan mulai dijemput keluarga masing-masing. Penjemputan tersebut dilakukan karena keluarga merasa khawatir setelah kasus itu mencuat ke publik.
Seorang warga berinisial N mengatakan, sejumlah santri telah meninggalkan pondok pesantren setelah keluarga mereka datang menjemput.
“Santri yang rumahnya dekat sudah banyak yang dijemput karena merasa waswas dan takut,” ujar N dikutip Bekasiguide.com, Senin 12 Oktober 2026.
Menurutnya, sebagian aktivitas di pondok pesantren masih berjalan. Namun, situasi tersebut membuat sejumlah santri dan keluarga memilih untuk menjemput mereka.
N memperkirakan jumlah santri di pondok pesantren tersebut mencapai 150 hingga 200 orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 orang merupakan santri laki-laki.
Ia menyebutkan, para santri berasal dari berbagai daerah, mulai dari wilayah Jabodetabek, Bekasi Timur, hingga Bogor.
N mengaku warga sekitar tidak menyangka kasus dugaan pelecehan tersebut terjadi di lingkungan pondok pesantren. Sebab, selama ini aktivitas para santri terlihat normal dan tidak pernah ada aduan yang diterima warga terkait dugaan tersebut.
“Kami sama sekali tidak menyangka. Selama ini aktivitasnya terlihat normal saja, tidak ada kejanggalan yang kami lihat,” katanya.
Warga berharap kasus tersebut dapat diusut hingga tuntas. Mereka juga meminta pihak kepolisian menjaga keamanan di sekitar pondok pesantren agar situasi tetap kondusif.
“Kami berharap kasus ini diusut sampai tuntas,” pungkasnya.







