Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Daftar Calon Kades Jatimulya, Dedi Usung Tujuh Gagasan

×

Daftar Calon Kades Jatimulya, Dedi Usung Tujuh Gagasan

Sebarkan artikel ini
Dedi resmi mendaftar sebagai bakal calon (Bacalon) Kepala Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang.

SUBANG- Dedi resmi mendaftar sebagai bakal calon (Bacalon) Kepala Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Rabu (02/09).

Jurnalis yang aktif di organisasi profesi itu membawa tujuh gagasan, yakni perbaikan saluran air pertanian, penguatan ekonomi buruh tani di tengah mekanisasi, pengembangan desa wisata, pembangunan jembatan Dusun Rancamulya-Tanjung Salep, peningkatan keamanan permukiman, penguatan budaya Ruwat Bumi Dangiang Jatimulya, dan komitmen tanpa politik uang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Pencalonan tersebut, kata dia, merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Saya mendaftarkan diri karena ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Pengalaman sebagai jurnalis menjadi bekal untuk melihat persoalan dan mencari solusi,” ujar Dedi dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 03 September 2026.

Untuk pertanian, Dedi menilai pengairan harus menjadi prioritas karena Jatimulya berkontribusi besar terhadap produksi padi di Subang.

“Jatimulya memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu persoalan pengairan harus menjadi perhatian,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak mekanisasi yang berpotensi mengurangi tenaga kerja buruh tani. Pemerintah desa, menurutnya, harus menyiapkan alih keterampilan melalui koordinasi dengan kabupaten hingga provinsi.

“Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat masyarakat kehilangan sumber penghasilan,” ujarnya.

Di sektor pariwisata, hamparan sawah akan dikembangkan menjadi desa wisata berbasis pertanian terinspirasi Lembur Pakuan tanpa mengubah fungsi lahan.

“Pertanian tetap sektor utama, tapi aktivitasnya bisa menjadi daya tarik wisata dan menambah penghasilan warga,” katanya.

Untuk infrastruktur, ia mendorong pembangunan jembatan Rancamulya-Tanjung Salep agar mobilitas dan ekonomi warga lebih lancar.

Sedangkan untuk permukiman, Dedi menawarkan One Gate System dan CCTV dengan penataan berbasis budaya.

“Permukiman yang sudah tertata akan diperkuat keamanannya dan ditata dengan konsep budaya,” ujarnya.

Di bidang budaya, ia akan menghidupkan kembali Ruwat Bumi Dangiang Jatimulya yang mulai ditinggalkan.

“Budaya ini memperkuat silaturahmi dan menjadi wujud syukur atas hasil bumi. Potensinya juga bisa menggerakkan ekonomi sebagai bagian dari desa wisata,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan komitmen menolak politik uang.

“Jangan sampai pilihan masyarakat ditentukan karena uang. Saya ingin masyarakat memilih berdasarkan gagasan dan kepercayaan,” tegasnya.

Penulis: TonEditor: Bams
Example 120x600