Persoalan ketenagakerjaan hingga respons anggota DPRD Kota Bekasi dari PKS terhadap berbagai persoalan masyarakat menjadi sorotan dalam kegiatan “Ngopi dan Diskusi Bareng Bang Herkos” di Kopi Bangi/Baroe Jadi Kopi, kawasan Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis (27/8/2026).
Hampir 50 awak media hadir menyampaikan masukan dan gagasan kepada Heri Koswara yang saat ini menjabat Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Barat.
Selain membahas lapangan kerja, sejumlah jurnalis meminta kader PKS yang duduk di DPRD Kota Bekasi lebih responsif terhadap isu dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Masukan tersebut dinilai penting agar anggota legislatif tidak hanya hadir dalam forum formal, tetapi juga aktif menyerap aspirasi dan merespons persoalan warga yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk pemberitaan media.
Menanggapi hal itu, Heri mengatakan terbuka terhadap kritik dan masukan tersebut. Ia menyebut posisinya di MPW memungkinkan masukan terkait kinerja kader PKS di daerah menjadi bahan evaluasi internal partai.
“Selaku sekretaris MPW PKS Jawa Barat, kami sangat terbuka menerima masukan seperti ini. Ini menjadi bahan evaluasi kami terhadap kader-kader PKS yang ada di daerah, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif,” kata Heri dikutip bekasiguide.com, Kamis 27 Agustus 2026.
Dalam struktur PKS, MPW memiliki kewenangan melakukan supervisi pelaksanaan peraturan partai di tingkat wilayah serta memberikan pertimbangan, usulan, konsultasi, dan supervisi terhadap pelaksanaan kebijakan dan program partai. MPW juga bertugas melakukan pembinaan terhadap anggota partai yang menjadi pejabat publik di wilayahnya.
Heri mengatakan fungsi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kader yang mendapat amanah publik tetap menjalankan tugas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada masukan dari teman-teman media terkait anggota DPRD atau pejabat publik dari PKS, tentu akan kami terima sebagai bahan evaluasi dan pembinaan,” ujarnya.
Selain persoalan responsivitas kader, diskusi juga membahas peluang kerja berbasis digital. Jurnalis Tribun Bekasi, Rendy, mendorong PKS menginisiasi pelatihan media sosial agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan platform digital sebagai sumber penghasilan.
“Kalau bisa ada pelatihan media sosial yang dipelopori PKS. Ada ruang mencari cuan dari konten-konten di media sosial seperti Facebook Pro, TikTok, Instagram, YouTube dan lainnya,” ujar Rendy.
Usulan tersebut langsung mendapat respons positif dari Heri. Ia meminta agar gagasan tersebut segera diagendakan dan melibatkan awak media sebagai mentor.
“Segera agendakan dalam pertemuan selanjutnya untuk dibuatkan pelatihan medsos,” kata Heri.
Persoalan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas turut menjadi perhatian. Adhika dari Pojok Bekasi mempertanyakan penerapan ketentuan dua persen pekerja penyandang disabilitas di perusahaan yang dinilai belum berjalan maksimal.
Heri menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia juga menyinggung perjuangan mendorong keberadaan sekolah khusus bagi anak disabilitas di setiap kecamatan di Kota Bekasi.
“Kami pun yang mendorong agar di setiap kecamatan yang ada di Kota Bekasi itu ada sekolah khusus bagi anak disabilitas. Terkait keberadaan dua persen pekerja dari teman-teman disabilitas, kami sangat setuju sekali,” jelasnya.
Dalam diskusi yang dipandu Kiyai Amin (Abu Bagus), awak media juga menyoroti penyelenggaraan job fair agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran.
Masukan lain mencakup penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja baru, hingga peluang ekonomi dari platform transportasi daring.
Heri menilai persoalan ketenagakerjaan harus dilihat secara lebih luas, tidak hanya melalui rekrutmen formal. Potensi ekonomi digital, UMKM, penyandang disabilitas, dan jenis pekerjaan baru dinilai perlu mendapat perhatian.
“Persoalan ketenagakerjaan harus dilihat lebih luas, termasuk ekonomi digital, UMKM, teman-teman disabilitas, dan jenis pekerjaan baru yang berkembang di masyarakat,” ujar Heri.
Ia menegaskan seluruh masukan yang disampaikan awak media akan menjadi bahan evaluasi dan pembinaan bagi kader PKS, sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program yang lebih konkret bagi masyarakat.
“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Apa yang disampaikan teman-teman media hari ini menjadi catatan bagi kami untuk melakukan evaluasi agar kader PKS yang mendapat amanah, baik di legislatif maupun eksekutif, semakin responsif terhadap persoalan masyarakat,” pungkasnya.








