Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melaunching Gerakan Gebrak Pasar sebagai upaya mendorong masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.
Tri mengatakan, program ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas transaksi sekaligus mendukung keberlangsungan para pedagang pasar.
“Hari ini kegiatan kita lakukan bersama di salah satu pasar dalam gerakan Gebrak Pasar. Gerakan ini untuk mengajak dan memberi ruang kepada masyarakat untuk berbelanja di pasar,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurutnya, program tersebut akan melibatkan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Pemkot Bekasi mendorong agar belanja mingguan aparatur dilakukan di pasar, khususnya pada minggu pertama setiap bulan setelah penerimaan penghasilan.
“Kita lakukan setiap minggu pertama di awal bulan. Jadi tanggal 1 kan uang sudah masuk semua ke rekening masing-masing aparatur. Nanti setelah itu, di minggu yang ada di situ, kita belanja di pasar,” ujarnya.
Tri menyebut jumlah ASN, termasuk unsur BJB dan BUMD yang diharapkan terlibat dalam gerakan tersebut, mencapai lebih dari 1.000 orang. Pemkot juga berharap setiap aparatur setidaknya membelanjakan Rp100 ribu saat mengikuti Gerakan Gebrak Pasar.
“ASN kalau menurut hitungan kita sih harusnya di atas 100 ribu. Karena tadi ada BJB, ada juga dari BUMD. Jadi kalau hitungan yang kemarin di awal sekitar 100 ribu,” jelasnya.
Ia berharap Gerakan Gebrak Pasar dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berlangsung di satu pasar. Dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat, pemerintah berharap daya beli sekaligus aktivitas ekonomi para pedagang pasar dapat ikut terdorong.








