Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang di Terminal Induk Kota Bekasi menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel serta mendirikan posko pengamanan di area terminal.
“Di terminal sudah kami siapkan posko pengamanan dan personel untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujar Zeno dikutip Bekasiguide.com, Kamis 19 Maret 2026.
Selain itu, jumlah armada angkutan juga ditambah untuk mengurai kepadatan. Tercatat sekitar 210 unit armada campuran angkutan kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) disiapkan guna melayani pemudik.
“Armada juga sudah kami tambah, kurang lebih 210 unit kendaraan campuran AKAP dan AKDP untuk mendukung kelancaran arus mudik di terminal,” katanya.
Langkah ini dilakukan seiring mulai meningkatnya pergerakan penumpang, khususnya untuk rute antar kota antar provinsi tujuan Sumatera. Meski secara umum arus kendaraan masih terpantau landai, lonjakan penumpang diprediksi akan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran.
“Berdasarkan data tahun sebelumnya, lonjakan itu biasanya terjadi di H-3, H-2, dan H-1 Lebaran,” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran arus di terminal, petugas juga akan mengatur pergerakan penumpang serta memastikan proses keberangkatan berjalan tertib. Koordinasi lintas instansi pun dilakukan guna meminimalisir penumpukan di titik-titik keberangkatan.
Pemerintah berharap, dengan penambahan armada dan kesiapan personel, potensi kepadatan di Terminal Bekasi dapat ditekan sehingga arus mudik berlangsung aman dan nyaman.








