Pemerintah Kota Bekasi memprediksi lonjakan arus mudik akan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran, berdasarkan tren pergerakan pemudik pada tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan signifikan diperkirakan berlangsung pada Rabu, Kamis, dan Jumat menjelang Hari Raya, dengan asumsi Lebaran jatuh pada akhir pekan. Prediksi ini mengacu pada data historis yang menunjukkan puncak arus mudik selalu terjadi mendekati hari H.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan lonjakan arus mudik telah dipetakan sejak awal melalui rencana operasi yang disusun berdasarkan data tahun sebelumnya.
“Prediksi kami, lonjakan terjadi pada H-3, H-2, dan H-1 Lebaran. Ini mengacu pada pola pergerakan mudik dari beberapa tahun terakhir,” ujar Zeno dikutip Bekasiguide.com, Selasa 17 Maret 2026
Saat ini, pergerakan kendaraan roda dua maupun roda empat di wilayah Bekasi masih terpantau landai. Namun, aktivitas di Terminal Induk Kota Bekasi mulai menunjukkan peningkatan, khususnya untuk rute antar kota antar provinsi tujuan Sumatera.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah telah memetakan titik rawan kemacetan di jalur utara, tengah, dan selatan. Selain itu, sebanyak 450 personel disiagakan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Fokus pengawasan juga dilakukan di simpul transportasi seperti Stasiun Bekasi dan Stasiun Kranji yang berpotensi mengalami kepadatan penumpang. Koordinasi dengan PT KAI dilakukan guna mengatur arus naik dan turun penumpang agar tetap terkendali.
Di sisi lain, Terminal Bekasi telah menyiapkan posko pengamanan serta menambah armada angkutan. Sekitar 210 unit armada gabungan AKAP dan AKDP disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan, seluruh persiapan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi demi memastikan arus mudik berjalan aman, lancar, dan terkendali.








