Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan, kue, hingga paket parsel menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat sekaligus mencegah adanya makanan yang tidak layak jual di pasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengatakan pengawasan dilakukan dengan menyasar sejumlah lokasi penjualan, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.
“Menjelang Idulfitri kami melakukan pemeriksaan makanan di pasar tradisional maupun supermarket,” ujar Satia dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Kamis 12 Maret 2026.
Dalam pelaksanaan pengawasan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP). Tim gabungan melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai produk makanan olahan yang beredar di pasaran.
Selain pemeriksaan visual terhadap kondisi produk, petugas juga mengambil sejumlah sampel makanan untuk dilakukan pengujian guna memastikan produk tersebut aman dikonsumsi masyarakat.
“Di supermarket kami juga mengecek batas kedaluwarsa dan melakukan pengambilan sampel produk,” katanya.
Pengawasan tidak hanya menyasar makanan kemasan yang dijual secara satuan, tetapi juga paket parsel Lebaran yang biasanya banyak beredar menjelang hari raya. Menurut Satia, pihaknya mengantisipasi kemungkinan adanya manipulasi tanggal kedaluwarsa pada produk yang dikemas dalam parsel.
“Kami mengantisipasi kemungkinan pemalsuan masa kedaluwarsa pada produk yang ada di dalam kemasan parsel,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko modern di Kota Bekasi, berbagai jenis kue serta camilan khas Lebaran mulai memenuhi rak penjualan sejak beberapa pekan terakhir. Produk-produk tersebut menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.
Satia menegaskan pengawasan akan terus dilakukan selama periode menjelang Lebaran guna memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan konsumsi.
“Kami ingin memastikan makanan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi, sehingga warga bisa merayakan Idulfitri dengan tenang,” tutupnya.








