Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Ramadan 1447 H, AFH Ajak Masyarakat Perkuat Tiga Pilar Ukhuwah demi Jabar yang Kondusif

×

Ramadan 1447 H, AFH Ajak Masyarakat Perkuat Tiga Pilar Ukhuwah demi Jabar yang Kondusif

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan.

Menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menyampaikan pandangannya mengenai makna esensial Ramadan sebagai momentum peningkatan ketakwaan dan penguatan solidaritas sosial.

Pria yang akrab disapa AFH itu menegaskan, Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjadi ruang pembentukan pribadi yang lebih bertakwa. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan bulan penuh berkah ini sebagai landasan untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut politisi PDI Perjuangan yang dikenal religius tersebut, semangat Ramadan harus tercermin dalam kehidupan sosial sehari-hari. Ia menyoroti pentingnya memperkokoh tiga pilar persaudaraan selama bulan suci, yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam kebangsaan), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan antar sesama manusia).

AFH menilai implementasi ketiga pilar tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif, khususnya di wilayah Jawa Barat. Ia menekankan bahwa meningkatnya semangat berbagi dan toleransi selama Ramadan harus menjadi energi kolektif untuk menjaga harmoni sosial.

“Intinya bulan Ramadan menjadi semangat kita untuk lebih bertakwa kepada Allah. Yang pertama, dan yang kedua mempererat hubungan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah basyariyah. Sehingga terwujudlah negara yang tertib, yang aman, yang kondusif, yang terkendali,” ujar AFH dikutip bekasiguide.com, Minggu 22 Februari 2026.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi itu juga mengingatkan agar Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan semata. Lebih dari itu, bulan suci harus menjadi sarana membangun peradaban yang lebih baik melalui peningkatan kualitas iman dan kepedulian sosial.

Ia berharap nilai-nilai positif yang ditanamkan selama Ramadan dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir.

“Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum membentuk karakter dan memperkuat kepedulian sosial yang harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Penulis: tonEditor: bams
Example 120x600