Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe menjadi momentum refleksi arah pembangunan Kota Bekasi. DPRD Kota Bekasi menilai fondasi awal pemerintahan mulai terbentuk, namun berbagai persoalan kota masih menuntut percepatan penyelesaian.
Ketua Fraksi PAN Pembangunan DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menyebut tahun pertama kepemimpinan menunjukkan stabilitas dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat.
“Di tahun pertama ini fondasi tata kelola dan pelayanan dasar sudah cukup stabil,” ujar Evi dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia memberikan apresiasi terhadap capaian pemerintah daerah, terutama pada akuntabilitas keuangan, digitalisasi layanan publik, sektor kesehatan, serta perhatian terhadap lingkungan.
“Capaian di bidang akuntabilitas, layanan digital, kesehatan, dan lingkungan layak diapresiasi,” katanya.
Namun menurut Evi, evaluasi tetap diperlukan karena sejumlah persoalan strategis masih menjadi tantangan nyata bagi Kota Bekasi. Infrastruktur kota, banjir, kemacetan, hingga pemerataan pelayanan publik dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan lebih progresif.
“Infrastruktur, banjir, kemacetan, dan pemerataan pelayanan publik masih menjadi tantangan yang harus dituntaskan,” tegasnya.
Ia menegaskan refleksi satu tahun kepemimpinan bukan dimaksudkan untuk menghakimi pemerintah daerah, melainkan memperkuat arah pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Refleksi ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memperkuat arah pembangunan,” ujarnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Evi menilai pemerintah daerah berada pada fase pembuktian. Komitmen pembangunan berkeadilan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Bekasi.
“Tahun kedua harus menjadi momentum pembuktian bahwa pembangunan berkeadilan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif agar perencanaan pembangunan lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga.
“Perencanaan pembangunan harus fokus pada kebutuhan yang langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, kepemimpinan yang adaptif dan komunikatif sangat menentukan keberhasilan pembangunan Kota Bekasi ke depan.
Pemerintah daerah juga diharapkan mampu melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas.
“Kota Bekasi membutuhkan arah pembangunan yang tegas namun inklusif dengan melibatkan semua elemen untuk membangun kota yang lebih tertata, nyaman, cerdas, maju, dan kompetitif,” pungkas Evi.








