Minimnya lapangan pekerjaan menjadi sorotan utama dalam Reses I Masa Jabatan 2024–2029 Tahun 2026 yang digelar Gilang Esa Mohamad di wilayah Jakapermai, Bekasi Barat.
Dalam dialog bersama warga, persoalan kesempatan kerja dan tingginya angka pengangguran mencuat sebagai keluhan dominan.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk membuka akses kerja yang lebih luas.
Gilang menyebut, aspirasi tersebut menjadi perhatian serius. “Isu lapangan kerja memang paling banyak disampaikan warga. Ini harus menjadi prioritas,” ujarnya dikutip bekasiguide.com pada Selasa 17 Februari 2026.
Ia menilai, peningkatan kesempatan kerja akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kalau peluang kerja bertambah, otomatis angka pengangguran bisa ditekan,” katanya.
Ia memastikan seluruh masukan warga akan dibahas dan diperjuangkan sesuai
mekanisme yang berlaku. “Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti agar ada solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.








