Warga RT 05 RW 18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak pembangunan jalan dan saluran air di sepanjang Jalan RH Umar. Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses I anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra, Yadi Hidayat.
Meski usulan perbaikan telah diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), warga berharap adanya pengawalan dari legislatif hingga program benar-benar terealisasi.
Kondisi jalan yang rusak serta sistem drainase yang belum optimal dinilai berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Ketua RW 18, Nuramin, menegaskan pembangunan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama di lingkungannya. Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Kami sudah mengusulkan melalui Musrenbang. Kami berharap Pak Yadi bisa mengawal aspirasi ini agar benar-benar masuk dalam skala prioritas dan segera dilaksanakan,” ujar Nuramin dikutip bekasiguide.com pada Minggu malam, 15 Februari 2026.
Menurutnya, Jalan RH Umar merupakan akses vital bagi mobilitas warga, termasuk menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan. Selain itu, saluran air yang belum tertata dengan baik berisiko memperparah genangan saat curah hujan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Yadi Hidayat menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan warga. Ia menegaskan bahwa reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Aspirasi terkait pembangunan jalan dan drainase di Jalan RH Umar ini akan kami catat dan dorong dalam pembahasan anggaran. Infrastruktur dasar seperti ini memang harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara usulan di tingkat kelurahan melalui Musrenbang dengan pengawalan di tingkat legislatif agar dapat terakomodasi dalam APBD.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait guna memastikan status perencanaan serta peluang realisasi pada tahun anggaran berjalan atau berikutnya.
Kegiatan reses berlangsung interaktif dengan sejumlah warga turut menyampaikan berbagai persoalan lingkungan lainnya. Namun, perbaikan Jalan RH Umar dan saluran air menjadi isu utama yang paling banyak mendapat sorotan dalam pertemuan tersebut.
Sebagai penutup, Yadi kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut hingga tuntas.
“Kami tidak ingin usulan warga hanya berhenti di forum reses. Ini akan kami perjuangkan sampai ada realisasi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.








