Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

DPRD Apresiasi Kinerja Tri–Haris, Soroti Banjir dan Realisasi Investasi 79 Persen

×

DPRD Apresiasi Kinerja Tri–Haris, Soroti Banjir dan Realisasi Investasi 79 Persen

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar, Dariyanto.

Menjelang genap satu tahun kepemimpinan Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Haris Bobihoe, DPRD Kota Bekasi menilai kinerja Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan progres, namun masih menyisakan pekerjaan rumah di sektor banjir dan investasi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar, Dariyanto, menyampaikan apresiasi atas langkah penataan lingkungan yang dinilai mulai terlihat hasilnya di sejumlah wilayah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Satu tahun kepemimpinan Pak Tri dan Pak Haris ini, saya secara pribadi mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil, terutama dalam penataan lingkungan. Banyak wilayah yang kini mulai tertata dengan baik,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Jumat 13 Februari 2026.

Di sisi lain, ia menegaskan persoalan banjir belum terselesaikan. Curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir kembali memicu genangan di sejumlah titik dan dikeluhkan warga.

“Persoalan banjir ini harus ditangani bukan hanya maksimal, tetapi sampai tuntas. Ini menjadi PR bersama,” tegasnya.

Selain pengendalian banjir, ia juga mendorong pembenahan infrastruktur lain seperti jalur pedestrian dan penataan kabel ducting agar wajah Kota Bekasi semakin rapi dan mendukung konsep kota modern.

Sorotan juga diarahkan pada realisasi investasi daerah. Berdasarkan rapat dengar pendapat dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, capaian investasi disebut sekitar 79 persen, lebih rendah dibanding periode pandemi COVID-19.

“Berdasarkan hearing dengan dinas terkait, capaian investasi sekitar 79 persen, lebih kecil dibanding masa pandemi COVID-19. Salah satu faktornya karena program strategis nasional sudah banyak yang selesai,” jelasnya.

Ia menambahkan, melemahnya daya beli masyarakat berdampak pada sektor perdagangan dan jasa. Sejumlah pusat perbelanjaan dilaporkan mengalami penurunan aktivitas hingga menutup operasional.

“Kita membutuhkan investor untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah harus fokus meningkatkan kembali nilai investasi,” tutup Dariyanto.

Example 120x600
Politik

“Sebagai informasi kepada warga, penonaktifan ini berkaitan dengan penyesuaian data sosial ekonomi nasional. Ada adaptasi karena dikhawatirkan tidak tepat sasaran,” ujarnya dikutip bekasiguide.com, Jumat 13 Februari 2026.