İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

Senin, Maret 4, 2024
BerandaKomunitasMelon Santri

Melon Santri

Caption : Kyai Sarwoko, pengasuh PP Kyai Ageng Selo

-

BEBERAPA santri tampak menangis haru. Saat panen Melon Inthanon perdana di Pesantren Kyai Ageng Selo, Klaten, hasilnya melimpah (25/5/2022). Hasilnya bahkan diluar perkiraan, baik berat dan kualitas.

Bagaimana tidak. Ketika perjalanan merintis awal, menanam, merawat sampai panen, dibutuhkan perjuangan yang lumayan berat. Lahir batin. Inilah, dari santri untuk negeri.

“Seakan kami berdialog dengan tanaman melon. Kami sampaikan kalimat indah, kami _shalawati._ Kami sirami. Yah, karena Allah memberi tanaman ini kepada kami, para santri dan negeri ini,” kata Kyai Sarwoko, pengasuh PP Kyai Ageng Selo.

Rupaya, perjalanan perjuangan menanam melon sistem Hebitren di Solo Raya ini juga cukup mengasah batin. Para santri dan petugas selalu bershalawat ketika merawat. Selain bekal pengetahuan perawatan yang harus tepat, juga ikhtiar batin selalu dilakukan. “Mujahadahan,” katanya.

Budi daya kerjasama dengan pesantren Al-Ittifaq Bandung, dan beberapa mitra lain seperti Bank Indonesia. Keberhasilan juga tak lepas dari peran para operator dan pendamping. Melon jenis premium ini dikembangkan dengan cara khusus melalui Green House yang sengaja dibangun.

Pada panen perdana kemarin ternyata melebihi ekspektasi sebelumnya. Hasilnya -alhamdulillah- memuaskan. Dari sisi berat misalnya, mencatat rekor baru dengan berat mencapai 2 kilogram.

Dari sisi kualitas, sisi kemanisan, jangan tanya. “Karena saat diukur, tingkat kemanisan mencapai tingkat Sultan,” katanya sambil menyebut alat ukur ‘brix’ mencapai tingkat 16 persen.

Panen dalam program Infratani Hebitren Solo Raya kali ini juga mencatat rekor hasil dengan lahan 500 meter persegi pada tanam perdana mencapai 1 ton. Pesantren Kyai Ageng Selo ini juga menjadi pesantren pertama di Jawa Tengah yang melakukan budi daya tanam melon jenis Inthanon.

“Ini pengembangan budi daya melon untuk kemandirian pesantren,” kata Kyai Sarwoko yang juga alumni PP Almuayyad, Solo ini.

Maka, kalimat syukur pun tak harus berhenti. Melon santri ini akan memasuki pasar modern di tanah air, atau bahkan bisa ekspor, dengan kualitas dan tentu dengan keberkahan pesantren. Pesantren mandiri, untuk negeri. Ayo, siapa mau nyicip? (Chotim)

Related articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest posts