1.000 Relawan Bekasi Raya Ikuti Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan COVID-19


BEKASI- Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas COVID-19 (BKR Satgas COVID-19) menggelar Program Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan COVID-19 untuk 1.000 relawan di Wilayah Bekasi Raya. Program ini berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan 12 Juni 2021 di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sebagai bentuk persetujuan dan dukungan, Program ini dihadiri serta dibuka secara langsung dalam Opening Ceremony oleh Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Dewi Sartika, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang Yasin, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi yang diwakili Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Toni Kurniadi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi Agus Suparno, Pejabat Perencanaan Madya Deputi Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo, Kepala Sub Bidang Protokol BKR Satgas COVID-19 Dian Aditya Mandana Putri.

“Dalam rangka meningkatan ketahanan Jawa Barat dalam penanganan COVID-19, relawan menjadi agen penting yang dapat turut serta dalam membantu mengampanyekan perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan adanya COVID-19. Harapan kami dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan COVID-19 akan semakin tinggi juga harapan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah industri Cikarang yang selama masa pandemi cukup menurun.” Terang Dewi Sartika selaku Asisten Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial, Selasa (8/6).

Sementara, Dian Aditya selaku Kepala Sub Bidang Protokol BKR Satgas COVID-19 dalam kesempatan yang sama turut menjelaskan, “Rangkaian materi yang didapatkan oleh 1.000 Relawan yang mengikuti program ini mencakup lima materi besar mengenai Pencegahan, Penyebaran dan Kebijakan 3M, Gerakan 3T (Tracing, Treatment dan Testing), Relawan dan Kerelawanan di Indonesia, Teknik Berkomunikasi Efektif di Masa Pandemi COVID-19, dan yang terakhir adalah Cara Penggunaan Instrumen Monitoring Relawan, yaitu Bersatu Lawan COVID (BLC). Hal ini semoga dapat menjadi bekal utama pada saat penugasan di lapangan atau pada saat sosialisasi.”

Program Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan COVID-19 ini mengusung konsep pentahelix, dimana banyak pihak dari berbagai latar belakang bersatu untuk mensukseskan acara ini. Jadi tidak hanya peran serta Pemerintah Pusat yang diwakili oleh BNPB dan Satgas COVID-19 saja yang menjadi mesin penggerak, namun keterlibatan berbagai pihak dari dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat umum juga turut bahu membahu dalam seluruh proses kegiatan.

Secara garis besar program ini merupakan rangkaian upaya pembentukan relawan yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh Bidang Koordinasi Relawan sejak bulan April 2020, dimana di tahun tersebut telah terbentuk lebih dari 15.000 relawan dari 7 Provinsi di Indonesia yang telah turun menjadi agen perubahan perilaku. Para relawan yang akan dilatih juga diharapkan dapat berperan aktif di tengah masyarakat menjadi Satgas COVID-19 di tiap daerah untuk penanganan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Indonesia (PPKM).

Pada kesempatan yang sama, Pangarso Suryatomo mewakili Deputi Pencegahan BNPB mengatakan, relawan yang sudah dilatih diproyeksikan dapat menjadi komponen penting dalam penanganan COVID-19 di wilayah Jawa Barat.

“Harapan kami dengan program ini seluruh unit yang terlibat siap dan mampu menjadi perpanjangan tangan untuk mengedukasi  pentingnya penanganan COVID-19 bahkan di keluarga terdekat kita. Selain tentunya mensukseskan Program Vaksinasi Nasional agar Jawa Barat mencapai target bukan hanya untuk lansia tapi juga seluruh elemen nantinya.” Penutup dari Pangarso Suryatomo mewakili Deputi Pencegahan BNPB,” tandasnya. (bams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *