Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ekbis

Empat Tahun Berdiri Omzet Pizza Goreng Indosaji Capai Ratusan Juta Perbulan

×

Empat Tahun Berdiri Omzet Pizza Goreng Indosaji Capai Ratusan Juta Perbulan

Sebarkan artikel ini
Owner Pizza Goreng Bogor Christandy Halim, bersama Artis Shezy Idris berfoto bersama anak yatim di outletnya di Ruko Bantar Kemang, Jl. Raya Pajajaran No 20G, Baranangsiang, Kota Bogor.

BOGOR- Berawal dari penjualan melalui media sosial (Medsos) yakni online shop Pizza Goreng Bogor yang mulai dipasarkan sejak empat tahun silam dengan bermodalkan Rp500 juta, saat ini mampu meraup omzet perbulan mencapai Rp800 juta. Demikian dikatakan owner Pizza Goreng Bogor Christandy Halim, usai acara berbagi dengan anak yatim di outletnya di Ruko Bantar Kemang, Jl. Raya Pajajaran No 20G, Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/05). 

Pria yang akrab disapa Chris menceritakan, pada tahun ketiga Pizza Goreng Bogor ini sudah beredar di 307 modern market yang ada di seluruh Indonesia, dengan memiliki 99 reseller, dan 49 sekolah di Jakarta dan Bogor. 

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Memasuki tahun ke 4 pada 2018 ini, untuk terus melebarkan bisnisnya, Chris membuka outlet Pizza Goreng di Jl. Pajajaran yang buka mulai pukul 09.00 WIB sampai 19.00 WIB. Dengan didukung 51 karyawan, pria berkacamata ini terus mengembangkan bisnisnya. 

“Untuk tawaran franchise sebenarnya sudah ada tetapi kami yang belum siap, mungkin tahun depan kita sudah siap,” kata Chris. 

Sebelum Chris membuka usaha Pizza Goreng, ia mengaku sempat bekerja selama 5 tahun terlebih dahulu. Dari hasil tabungannya, lalu dia merintis usaha Pizza Goreng bersama Indosaji dengan modal Rp500 juta. “Saat ini Pizza Goreng bisa memproduksi 5000 pizza per hari dengan omset per bulan mencapai Rp800 juta,” ungkap dia. 

Menurutnya, peningkatan bisnis mulai dirasakan pada tahun pertama dan tahun kedua dengan prosentase kenaikan mencapai 400 persen. 

“Tahun ketiga saya masuk ke modern market karena disana kenaikannya tetap stabil. Walaupun naiknya paling 10 persen tetapi stabil. Berbeda dengan online yang bisa naik dan bisa turun cepat, karena untuk online tergantung apa yang sedang booming,” jelas Chris. 

Pizza Goreng Indosaji Beda

Pizza Goreng Bogor memang berbeda dari sajian pizza pada umumnya. Jika biasanya pizza sebelum dihidangkan dimasak dengan cara dipanggang, pizza instant ini digoreng. Pizza Goreng berbentuk bulat dengan topping aneka rasa di dalamnya, sementara pizza yang lain ditaburkan di atas permukaannya yang bundar. 

“Pizza goreng, pizza instant yang digoreng, memang seperti itu slogan kami,” kata Chris. 

Chris melanjutkan, hanya dalam waktu sekitar 3 menit Pizza Goreng sudah bisa dihidangkan. Tinggal mengeluarkan pizza dari kemasan dan menggorengnya dengan suhu sekitar 150 derajat celcius. 

Chris menjelaskan, Pizza Goreng olahannya memang unik. Dengan konsep fun and colourful, pizza ini menyasar kalangan anak-anak usia 4-12 tahun sebagai cemilan sore hari. Uniknya, Pizza Goreng ini bisa ditarik hingga 30 sentimeter. 

“Cemilan ini biasanya dimakan setelah makan besar ya jadi waktunya sore atau malam hari,” kata pria yang akrab disapa Chris. 

Lebih lanjut, Chris mengungkapkan, Pizza Goreng memiliki 9 varian rasa yakni smoked beef, double cheese, patty burger, spicy chicken, mmushroom, chicken, special chicken, sausage, dan special tuna. 

“Yang paling banyak diminati Smoked Beef dan Double Cheese harganya Rp52 ribu per bungkus, sementara untuk yang lainnya Rp50 ribu,” tandas dia. (vca). 

Example 120x600
Ekbis

”Kami sangat mengapresiasi langkah sinergi ini, proses lanjutan dari salah satu produk olahan sampah menjadi biomassa ini tentunya akan memiliki peran ganda yang tidak hanya menangani problematika sampah tapi juga mampu menurunkan emisi di dua sisi, yaitu dari tumpukan sampah dan dari pengurangan porsi batu bara di PLTU,” ujar Iwan Agung, dikutip bekasiguide.com pada Rabu, 10 Juli 2024.

Ekbis

“Saat pemberian materi pembelajaran, tentu sudah kami sesuaikan mengikuti kemampuan dari anak-anak usia dini. Apalagi saat sesi pembelajaran, mereka sangat aktif dan antusias sekali meski kegiatannya kami lakukan secara indoor dan outdoor,” ucap Donna pada Rabu, 03 Juli 2024.